Sabtu, 25 Januari 2014

kecil, belum tentu tidak berarti

Standard
Picture Credit: Blutr0t


Malam ini (untuk pertama kalinya) saya membaca hampir semua berita yang ada di beranda facebook saya. Tentu saja isinya macam-macam; dari status teman yang galau, curhat, berdoa, kasih motivasi publik, ngelawak, jualan, posting foto, dan ... yah, mungkin sama seperti apa yang ada di dalam beranda kalian.
Entah kenapa saya melakukannya. Karena biasanya, kalau saya buka facebook, yang saya lakukan adalah posting sesuatu yang provokatif, dan memancing publik untuk memberikan like(s) dan komentar. Seperti ... saya bingung menjelaskannya, saya kasih contoh saja:

“Takut diperkosa, tapi pamer aurat.
=Indonesia=”

“Lupakan segala hal tentang memberikan perubahan kepada dunia, atau bahkan sekedar merubah Indonesia. Karena setelah kau menikah, kau bahkan tidak akan bisa merubah chanel TV.
=just lol=”


Seperti itu kira-kira. Saya hampir tidak pernah (sejak awal 2013) mem-posting sesuatu yang bersifat pribadi, seperti curhat tentang masalah pribadi, mengeluh tentang hal-hal pribadi, dan lain sebagainya. Ya, sepertinya tidak pernah. Atau mungkin, lebih tepatnya berusaha untuk tidak melakukannya. Karena saya pikir, dengan melakukan hal tersebut, kita telah menunjukkan kelemahan kita kepada semua orang. Saya jelas tidak suka itu, saya tidak ingin orang menganggap saya lemah. Atau setidaknya, saya tidak ingin orang menganggap saya idiot, yang setiap hari galau, curhat di beranda, dan mengganggu orang-rang dengan tulisan-tulisan kekanak-kanakan.
Ya, hal-hal yang saya lakukan ketika membuka facebook adalah update status, dan melihat berapa banyak like(s) dan komentar yang saya dapatkan. Namun tidak untuk malam ini. Jari saya menggeser tombol scroll ke bawah, dan terus mengikuti semua kalimat yang bisa saya baca. Dan sungguh, ternyata saya malah mendapatkan banyak hal dari status teman-teman saya.
Saya akui, saya sebenarnya adalah tipe orang yang tidak mudah memberikan like(s) kepada orang lain. Terlebih, jika status itu adalah sesuatu yang “tidak ada isinya”. Kalian tahu kan maksudnya? (well ... saya tediam beberapa menit di bagian ini, memikirkan kalimat selanjutnya. Dan saat kalian membaca tulisan ini, saya masih memikirkan tentang kalimat yang akan saya tulis selanjutnya. Kenapa saya melakukan ini? itu karena ... entah lah, saya hanya sedang berlatih untuk keluar dari keadaan “mandeg” saat menulis sesuatu. Jika kalian pernah membuat sebuah karya tulis seperti cerpen, novel, dsb, kalian pasti pernah mengalami situasi ini, bukan? situasi di mana kalian “mandeg” dan berpikir lama untuk melanjutkan tulisan kalian. Dan ... seperti itulah keadaan saya saat ini.)
... namun saya mungkin mulai mendapatkan pencerahan.

Senin, 30 Desember 2013

Question mark

Standard
Teman, pernahkah kau memiliki seorang sahabat? Seseorang yang meski berbeda fisik dan pakaian, namun dapat benar-benar memahami kebutuhan hati dan perasaanmu? Seseorang yang bahkan bisa lebih peduli daripada kekasihmu? Yang mau menghabiskan banyak waktu pentingnya untukmu? Mengesampingkan segala permasalahannya untuk bisa mendengarkan curhatmu? Yang selalu berusaha memberikan nasihat-nasihat terbaiknya untukmu? Yang terkadang meski tak kau hiraukan, namun ia selalu bersabar untuk kembali mengulangi nasihatnya lagi?
Jika iya, mungkin saja ia adalah orang yang benar-benar telah memberikan kasih sayangnya kepadamu. Seseorang yang selalu menari takjim sendirian, di antara kabut pagi di sebuah padang rumput yang megah dan indah. Dan meski tidak tersampaikan, tidak terucapkan, demi menjaga kehormatan perasaan, ia selalu tahu itu sungguh tetap sebuah tarian cinta.
Picture Credit: butterscotchfart
Urusan perasaan ini sebenarnya sangat sederhana sekali. Ia mencintaimu, dan titik. Ia tidak pernah merasa benar-benar tersakiti ketika melihatmu bersama dengan orang lain. Karena baginya, bahagiamu adalah bahagianya. Pun ia juga tidak ingin terpancing untuk terburu-buru mengungkapkannya, karena ia tidak ingin merusak jalan ceritanya. Jalan cerita cintamu dengannya.
Ia yakin betul, justeru dengan ngotot ingin bilang, ingin pacaran, ingin aneh-aneh, perasaan itu akan ber-metamorfosis menjadi egoisme dan sebatas keinginan yang tidak terkendali saja.
Bersabar dan diam lebih baik. Jika memang jodoh akan terbuka sendiri jalan cerita terbaiknya.
Yang ia inginkan adalah,

Rabu, 13 Juni 2012

Cerpen Keren: PRESIDEN PAIJO

Standard
PRESIDEN PAIJO
Oleh: Anindra Yudya Pradana

Picture Credit: DhuhArt
Aku menemukan sebuah benda yang cukup aneh di kamarku, pagi ini, ketika aku baru terbangun dari tidurku. Alat itu berbentuk tabung seperti tempat sampah, dengan sebuah tombol di tengahnya. Aku pikir ini cuma mainan anak-anak biasa. Tetapi, begitu aku tekan tombolnya, barulah aku tahu bahwa itu bukan sekedar tabung biasa atah mainan anak-anak, melainkan sebuah mesin waktu. Mesin waktu yang mampu menyedotku ke masa depan, ke jangka waktu beberapa tahun ke depan. Ketika tombolnya kutekan, mesin waktu itu langsung menyedotku masuk ke dalamnya. Tubuhku rasanya diaduk-aduk, kepala seakan-akan mau pecah. Jantung berdebar-debar tak karuan. Mirip mesin waktunya doraemon yang pernah aku baca dalam komik karya Fujiko F Fujio itu.

 Aku kaget setengah takjub ketika aku menemukan diriku di Surabaya, kota kelahiranku, di tahun 2050. Kota itu kini begitu maju, rapi, bersih, berbeda jauh dengan zamanku. Bahkan, boleh kukatakan kota yang kulihat ini lebih bagus daripada kota-kota terbaik di dunia yang pernah ada di zamanku.

 Aku berjalan-jalan menikmati keindahan kota. Kulihat orang-orang berpakaian aneh ,modifikasi dari pakaian Cak dan Ning Surabaya di zamanku. Rupanya, mereka jauh lebih menghargai model pakaian dari dalam negerinya sendiri daripada model pakaian yang terlihat usang. Terbukti, mereka menertawaiku. Mungkin pikir mereka aku adalah orang kuno yang ketinggalan zaman atau orang-orang yang sedang tergabung dalam karnaval baju-baju kuno.

Yang aneh, tidak ada lagi kendaraan yang mengeluarkan asap. Meski begitu, kecepatannya jauh melebihi kecepatan kendaraan di zamanku. Pom bensin berubah menjadi toilet umum dan orang-orang biasa kencing disitu. Setelah kencing, mereka bukannya membayar, malah dibayar oleh petugas yang menjaga. Ternyata, air kencing itu kemudian diolah lagi dan dijadikan bahan baku kendaraan super cepat itu! Busyeeeet…..

Selasa, 12 Juni 2012

Pembangkit listrik tenaga ombak

Standard
Oleh EKO SARJONO
Krisis energi telah diprediksikan akan melanda dunia pada tahun 2015. Hal ini dikarenakan semakin langkanya minyak bumi dan semakin meningkatnya permintaan energi. Untuk itu diperlukan sebuah terobosan untuk memanfaatkan energi lain, selain energi yang tidak terbarukan. Karena kalau kita tergantung pada energi tidak terbarukan, maka di masa depan kita juga akan kesulitan untuk memanfaatkan energi ini karena keterbatasan populasi dari energi tersebut.

Pembangkit Listrik Tenaga Ombak

Untuk itu kita akan mencoba menggali informasi tentang tenaga ombak yang sebenarnya sudah dimanfaatkan oleh banyak negara, termasuk Indonesia. Berdasarkan survei yang dilakukan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan Pemerintah Norwegia sejak tahun 1987, terlihat bahwa banyak daerah-daerah pantai yang berpotensi sebagai pembangkit listrik bertenaga ombak. Ombak di sepanjang Pantai Selatan Pulau Jawa, di atas Kepala Burung Irian Jaya, dan sebelah barat Pulau Sumatera sangat sesuai untuk menyuplai energi listrik. Kondisi ombak seperti itu tentu sangat menguntungkan, sebab tinggi ombak yang bisa dianggap potensial untuk membangkitkan energi listrik adalah sekitar 1,5 hingga 2 meter, dan gelombang ini tidak pecah hingga sampai di pantai. Potensi tingkat teknologi saat ini diperkirakan bisa mengonversi per meter panjang pantai menjadi daya listrik sebesar 20-35 kW (panjang pantai Indonesia sekitar 80.000 km, yang terdiri dari sekitar 17.000 pulau, dan sekitar 9.000 pulau-pulau kecil yang tidak terjangkau arus listrik nasional, dan penduduknya hidup dari hasil laut). Dengan perkiraan potensi semacam itu, seluruh pantai di Indonesia dapat menghasilkan lebih dari 2~3 Terra Watt Ekuivalensi listrik, bahkan tidak lebih dari 1% panjang pantai Indonesia (~800 km) dapat memasok minimal ~16 GW atau sama dengan pasokan seluruh listrik di Indonesia tahun ini.

Rabu, 06 Juni 2012

Kisah Gadis Lumpuh Tulis Novel dengan Bibir

Standard
Seorang Novelis yang menulis dengan bibirnya
Banyak jalan menuju Roma. Mungkin itu yang membuat Wang Qianjin tak mengubur mimpinya menjadi penulis novel. Meski tangannya lumpuh, ia masih bisa mengandalkan gerak bibir untuk menulis kisahnya huruf demi huruf ke layar komputer.

Gadis 18 tahun asal Zhenjiang, Provinsi Jiangsu, China bagian timur, itu menderita lumpuh otak atau cerebral palsy.

Selain sulit menggerakkan tangan, penyakit itu juga membuat Wang kesulitan berkomunikasi. Ia hanya mengandalkan komputer untuk berhubungan dengan dunia luar.

Meski tak pernah mengenyam pendidikan formal di sekolah, ia sangat fasih berkomunikasi dalam bahasa China, walau lewat ketikan di layar komputer. Ia juga memahami bahasa Jepang dan Korea.

"Saya banyak menonton drama TV yang ada tulisan terjemahannya di layar. Saya mempelajari itu sekaligus pengucapannya. Saya selalu ingat semua setelah menontonnya sekali," katanya seperti dikutip dari laman orange.co.uk.

Senin, 28 Mei 2012

10 Undangan Pernikahan Teraneh dan Terkeren

Standard
1. Undangan karakter game
Jika anda adalah penggemar game Atari tahun 80an, ini adalah yang tepat untuk anda! Dibuat oleh Illustrator dan artis komik Carla Berrocal, keren ini 8-Bit Undangan Pernikahan ini khusus dirancang untuk kliennya

 

2. Undangan bungkus coklat
Desain unik ini adalah sesuatu yang benar-benar jenius : undangan pernikahan yang manis. Apa cara yang lebih baik untuk mengekspresikan cinta lebih baik daripada coklat? 

 

3. Undangan cinta
Ini dipengaruhi Ouija Board-undangan dan amplop yang asli (berubah menjadi Papan kayu ketika dibuka) diciptakan oleh Erin Blankley, yang menawarkan desain undangan pernikahan aneh dan mengagumkan melalui perusahaan desain, Corndog Industries. 

 

Minggu, 27 Mei 2012

Biaya Hisap Rokok 10 Tahun Lebih Besar dari Ongkos Naik Haji

Standard
Picture Credit: BadInvention
Jakarta, Merokok bisa diibaratkan seperti orang membakar uang kertas. Bagaimana tidak, biaya yang perokok habiskan untuk 10 tahun merokok saja sudah melebihi biaya naik haji, uang muka rumah atau uang pangkal masuk perguruan tinggi.

Perokok mungkin tidak sadar bahwa kebiasaan buruknya menghisap rokok sangat memerlukan biaya tinggi. Ada banyak kesempatan yang hilang ketika orang menjalani kebiasaan merokok 10 tahun saja.

Bila dihitung-hitung, jika seorang pecandu menghisap 1 bungkus rokok saja per hari, maka ia harus mengeluarkan sekitar Rp 10.000 setiap hari, Rp 300.000 sebulan dan Rp 3.650.000 per tahun.

Bila kebiasaan ini berlangsung selama 10 tahun saja, artinya ia sudah menghabiskan biaya sekitar Rp 36.500.000.

"Itu biaya yang habis untuk dibakar, bahkan melebihi biaya naik haji, uang pangkal masuk S1 UI, DP rumah, renovasi rumah, DP mobil, beli motor, modal usaha kecil, franchise makanan ringan, dan lain-lain," ujar Abdillah Ahsan, peneliti Lembaga Demografi FEUI dalam acara temu media di Gedung Kemenkes, Kuningan, Jakarta, Jumat (25/5/2012).
Sayangnya, berdasarkan Data Lembaga Demografi FEUI 2009, ada 68 persen (7 dari 10) rumah tangga di Indonesia yang memiliki pengeluaran untuk membeli rokok. Bahkan juga terdapat 57 persen (6 dari 10) rumah tangga termiskin yang memiliki pengeluaran untuk membeli rokok.