Rabu, 17 September 2014

Bukit Sikunir yang Sudah Mulai "Mainstream"

Standard
Beberapa bulan yang lalu, tepatnya sabtu tanggal 19 April 2014, untuk yang ke-3 kalinya saya berkunjung ke Bukit Sikunir. Salah satu spot sunrise yang terletak di desa tertinggi di Pulau Jawa, yaitu Desa Sembungan.
Jujur saja, sebenarnya saya sudah agak"bosan" untuk kembali lagi ke Gunung Sikunir. Bukan karena puncaknya yang enggak menarik, tapi lebih karena tempatnya yang sudah enggak menarik lagi. Maksudnya? Gini. Puncaknya sih, ok. Tapi yang membuat tempatnya enggak greget (lagi) adalah karena pengunjung yang buuuaaanyak banget. Sampai-sampai, kalau mau mendapatkan spot terbaik di sana, kita hatus datang paling awal / ngecamp di puncak. Karena kalau kita datang lebih telat dari yang lain, bisa dipastikan kita tidak akan mendapatkan spot terbaik. Berdesakkan, berisik, enggak nyaman, dan pastinya enggak akan bisa menikmati moment sunrise dengan lebih emosional.
Yup. Itu yang saya rasakan di bukit Sikunir terakhir kali saya ke sana. Berbeda sekali dengan dulu, beberapa tahun yang lalu. Tepatnya pada tangal 7 Juli 2012, saat saya untuk pertama kalinya melihat The True Golden Sunrise.

Mari kita naik mesin waktu, teman. Ke 7 Juli 2012.
Here we go ...
Kaki Bukit Sikunir, 7-7-12 | 16:14 wib
Kalau kalian belum pernah datang ke Sikunir, Ini merupakan tempat parkir (terdekat) di kaki Bukit Sikunir. Berjarak sekitar 20 menit dari puncak Sikunir. Saat kami pertama kali datang ke tempat itu, kami menguasainya. Secara harfiah, karena HANYA KAMI yang berada di sana. Namun jika kalian berkunjung ke tempat itu sekarang, kalian mungkin tidak akan bisa melihat rumput yang tumbuh di sela-sela paving block. Tahu kan maksudnya? Karena sudah terlalu banyak kendaraan yang parkir di tempat itu.

Lahan Parkir 1:
Bahkan karena banyaknya si-kendaraan, sampai-sampai lapangan bola di sebelah tempat parkir pun ikut dijadikan lahan parkir. Oh iya, ada sebuah lapangan bola di sana, dan di situ lah kami mendirikan kemah kami. Dan sebuah danau, bernama Danau Cebong. Tapi airnya enggak bisa diminum lho, ya?

Lahan Parkir 2:
Kaki Bukit Sikunir, 7-7-12 | 16:42 wib
That was a great place. Saya sampai bisa membaca buku dengan takzim di sana. Mengacuhkan para Hobbit yang sedang berburu foto.
Kaki Bukit Sikunir, 7-7-12 | 16:43 wib
Kaki Bukit Sikunir, 7-7-12 | 17:49 wib | Lihat Langitnya
Kami semua berdelapan; Saya, Andi, Temannya Andi, Novi, Uswah, Sugeng, Faqih, dan Yadi. Mereka benar-benar Hobbit yang bersemangat. Tapi sekali lagi, kalian mungkin tidak akan pernah mendapatkan privasi seperti kami di Bukit Sikunir saat itu. Dan 7 Juli 2012 itu hari sabtu, a.k.a weekend, saat tempat wisata mana pun mencapai titik yang cukup ramai dibanding hari-hari yang lainnya.

Kaki Bukit Sikunir, 7-7-12 | 17:59 wib
Oh iya, saya mau cerita sesuatu. Saat malam tiba, ketika kami sedang duduk ngobrol santai di depan api unggun, ada sebuah kejadian yang cukup menarik (mungkin).

Side Story:
Kira-kira pukul 10 malam, saat kabut mulai turun dan menaungi kami dengan hawa dingin yang menusuk tulang. Benar-benar tebal dan dingin, seolah-olah sekawanan Dementor sedang mengawasi kami dari suatu tempat. Awalnya kami mendengar suara anjing yang menggonggong. Kami berasumsi bahwa itu adalah suara anjing dari petani / penduduk setempat yang sedang menjaga ladangnya, sehingga kami mengacuhkannya. Dan selang beberapa lama, suara itu pun lenyap.
Saya tidak tahu, apakah memang sudah menjadi takdir untuk seperti itu dari dulu, atau apa. Karena setiap film horor yang pernah saya tonton, selalu dan SELALU ada orang-orang yang memisahkan diri dari rombongannya karena berbagai macam alasan. Dan dalam kasus ini, adalah SAYA yang memisahkan diri dari rombongan karena tidak bisa menahan diri untuk ke belakang.

Saya beranjak, dan membekali diri hanya dengan beberapa lembar tisu dan senter redup dari HP. Berjalan sekitar 10 meter memunggungi tenda membelah kabut, menuju tepian danau. Ok, kalian pasti tahu bagaimana rasanya melepaskan sesuatu yang sudah kau tahan selama berjam-jam, bukan? Lega? Seharusnya. Kecuali jika saat itu ada sesuatu yang mengganggu ke-khusyuk-an mu.
Saya hampir selesai. Sekali lagi, HAMPIR! Saat tiba-tiba terdengar suara tangis yang memilukan tepat di arah belakang sebelah kanan. Sumpah, kalian pasti tidak ingin mendengarnya!
Itu adalah adegan yang paling meng-HOROR-kan sepanjang sejarah hidup saya!

Saya berdiri di depan danau yang permukaan airnya terlihat sangat gelap, di belakang saya tumbuh semak-semak setinggi pinggang orang dewasa, dan dari arah semak-semak itu terdengar suara tangisan yang sangat mengerikan. Saya sampai membayangkan, si pemilik suara memilukan ini sedang berusaha meraih pundah saya dengan tangannya yang hanya tinggal tulang dibalut kain putih lusuh.

Dan tiba-tiba saja semuanya terasa berputar dalam gerakan lambat. Saya nggak bisa menggambarkan bagaimana akhirnya mengambil tindakan untuk secepatnya kembali ke dalam tenda dengan langkah yang tertatih. Karena bagi saya, itu merupakan 10 meter terpanjang yang pernah saya alami.

Namun setelah kondisi kejiwaan saya lumayan membaik, saya menceritakan kejadian tersebut kepada yang lain. Dan seperti film-film horor pada umumnya; ternyata mereka tidak mendengar apa-apa, kecuali suara anjing yang berisik tadi. Well ... I am alone ... (-_-)
Sepanjang pengalaman saya camping, sudah beberapa kali tim kami mengalami kejadian-kejadian mistis, seperti melihat sosok kakek-kakek, temen yang kesurupan, mendengar suara-suara aneh (paling sering). Namun baru kali itu saya mengalaminya seorang diri. Dan sumpah, saya berharap itu adalah yang terakhir kalinya! -_-

Baiklah, kita lanjutkan saja ... dan akhirnya, sekitar pukul 4 pagi, kami mendaki menuju puncak Bukit Sikunir bersama beberapa rombongan turis yang sudah mulai menyemut. Mereka sepertinya lebih memilih untuk menginap di Homestay daripada menggelar tenda seperti kami. Awalnya satu-dua, namun lama-lama menjadi belasan kendaraan yang berdatangan. Tentu saja kami tidak ingin menunggu hingga menjadi puluhan. Tidak sampai setengah jam kami sudah tiba di salah satu puncak Bukit Sikunir. Bukan merupakan puncak tertinggi, namun menurut kami cukup strategis. Bahkan kemarin saat saya kembali ke sana, tempat itu sepertinya mulai tertutup oleh semak-semak. Yang artinya, jarang ada orang yang berada di sana, kan?
Bukit Sikunir, 8-7-12 | 05:19 wib
Dan ini dia, The True Golden Sunrise pada hari Minggu, 8 Juli 2012.
True Golden Sunrise:
That was fun. A real fun.

Dan ini adalah dokumentasi saat saya untuk yang ke-2 kalinya mengunjungi tempat itu.10-11 Agustus 2013.
Another Golden Sunrise:
Ini video dokumentasinya...
=========================================================
=========================================================
Well ... itulah pengalaman terbaik saya bisa berada di salah satu puncak tertinggi di pulau jawa. Negeri Atas Awan, Bukit Sikunir. Pengalaman yang cukup berkesan. Namun seperti yang sudah saya katakan di atas, saya merasa ragu bisa mendapatkan pengalaman yang sama jika harus berkunjung ke Sikunir lagi. Bukan berarti saya nggak mau ke sana lagi, Sikunir bukan tempat yang membosankan, tapi juga sudah bukan menjadi tempat yang spesial, setidaknya bagi saya. Karena ... sebenarnya ada alternatif lain jika kalian ingin melihat Golden Sunrise dengan feel yang lebih mengena. Lebih Emotional. Kalian akan merasakan kesejukannya, semangatnya, dan kehidupan baru yang ditawarkannya.

Di mana?

Spoiler untuk tulisan saya selanjutnya, Gunung Prau ... The Amazing Golden Sunrise, and even Sunset.

The Amazing Gunung Prau, 3 Jalur Pendakian


The Amazing Gunung Prau:

Minggu, 01 Juni 2014

Mengejar Bintang Terang

Standard
Bahkan mau menulis pun, terasa susah ...
Entah kenapa akhir-akhir ini gue merasa sangat susah untuk menulis. Dan yang lebih parahnya lagi, untuk menuliskan kata "susah" di atas juga terasa sangat ... susah. Benar-benar dark age. Ini adalah masa-masa yang teramat aneh bagi gue. Dulu, rasanya kalau mau menulis itu kok tidak semalas ini. Dulu meskipun saat mau membuat satu cerpen terasa berat, tapi akhirnya tetap selesai. Sekarang mau menulis satu paragraf di blog saja terasa amat berat. Apa karena gue kelebihan energi?
Maksudnya begini. Nasi mengandung karbohidrat yang dibutuhkan oleh tubuh, sumber energi yang bisa membuat kita beraktifitas sepanjang hari. Namun jika kita terlalu banyak makan nasi atau sampai kelebihan karbohidrat, kita justru akan merasa mengantuk, bukan?
Nah, mungkin karena gue kelebihan energi, sehingga untuk melakukan sesuatu itu terasa sangat sulit / malas.
Apakah masuk akal??
Hadeh ... sepertinya enggak ya?
Mengejar Bintang Terang
Kemalasan tidak ada hubungannya dengan harga beras. Tapi ... mungkin memang gue kelebihan energi.

Golongan darah gue adalah O. Kalau lo enggak tahu tentang macam-macam karakter seseorang berdasarkan golongan darah, gue kasih tahu bahwa golongan darah O adalah golongan darah yang paling keren! kenapa?
Karena orang yang terlahir dengan golongan darah O, dianugerahi:
  1. Rasa Percaya Diri Tinggi;
  2. Optimisme Tinggi;
  3. Kemampuan Untuk Menjadi Seorang Pemimpin;
  4. Kemampuan Bersosialisasi yang Baik;
  5. Berpotensi Menjadi Pusat Perhatian;
  6. Memiliki Semangat (naluri bertahan hidup) yang Kuat;
  7. Idealis & Realistis;
  8. Keyakinan Pada Prinsip yang Kuat.
Keren, kan?
Tapi sayangnya, karena memiliki Optimisme yang tinggi terhadap masa depannya, kebanyakan golongan darah O (merasa) tidak (perlu) melakukan persiapan dengan baik di masa lalunya. Let it flow .... Dan ... setidaknya itulah yang terjadi pada diri gue.

 Apa arti hidup buat lo?

Percaya atau tidak, ini pertanyaan gue setiap pagi ketika bangun tidur. What is the purpose of my life? Untuk apa hidup gue ini? Kenapa gue hidup? Gue sempat takut bertanya karena capek menjawab pertanyaan sendiri. Tapi gue kini terus bertanya. Kalau gue dapat jawaban yang memuaskan, mungkin gue akan lebih bahagia lagi.

Yang gue rasa, masa depan gue seperti masih berada di balik kabut gelap di sebuah jalan pendakian menuju puncak gunung. Gue berjalan sendiri ...

Apa lo pernah berjalan seorang diri menuju puncak sebuah gunung? Melewati hutan, di bawah cahaya kelabu, menapaki jalan yang menanjak serta menyibak kabut dingin.
Semuanya terasa mencekam. Bahkan perjalanan itu sendiri terasa amat menyeramkan. Tapi kalau lo sudah tahu jalannya, dan terus melangkah di jalur yang tepat, lo akan tahu bahwa puncak yang lo tuju menawarkan kebahagiaan. Menawarkan manisnya keberhasilan.

Jalan yang kita tempuh, semoga berujung pada puncak-puncak kehidupan, puncak keberhasilan. Karena jika kita sudah berada di sana, akan lebih mudah untuk melihat wajah langit yang dipenuhi dengan bintang terang.
Tentu, lo akan suka dengan kemilaunya ...

=Cholis Vindra R.=

Selasa, 27 Mei 2014

15 detik Membuat Shut down Otomatis Sendiri

Standard


Shut down Otomatis? Emang bisa?

Bisa dong! Bahkan enggak perlu download software dari internet. Walaupun aplikasi untuk ini emang ada, tapi ... hey! Buat apa download kalau kita bisa membuatnya sendiri? Lagi pula enggak rumit kok, suerr! Dan enggak butuh perangkat / aplikasi tambahan apapun. Semua komputer / leptop dengan Sistem Operasi Windows bisa melakukannya. Cuma butuh 15 detik. Kalau pemula, enggak sampai 1 menit deh.

Caranya?


Hmm ...

Dulu – dulu banget – saat gue masih gaptek (walaupun sekarang juga masih, ya ampun), gue suka biarin komputer nyala sampai pagi. Karena, dulu gue suka banget mendengarkan musik sambil tidur. Walaupun akhirnya sekarang gue tahu hal itu kurang baik untuk kesehatan. Kenapa? Karena tidur merupakan fase di mana tubuh dan semua indra kita harus benar-benar beristirahat. Baik dari Suara, maupun dari cahaya. Jika tidak (misalnya tidur sambil dengerin musik dari headphone), tubuh kita beristirahat tapi otak kita tetap aktif memproses data dari suara yang masuk melalui telinga. Akibatnya ya, istirahat jadi tidak optimal. Pasti beda rasanya kalau tidur dengan lampu mati total + keheningan total, dan lampu nyala + music on. Ga percaya? Coba aja sendiri. Perbedaannya akan terasa saat kamu bangun pagi. Gue juga dulu gitu, enggak berani tidur dengan lampu mati. Trus suka stel musik relaksasi kayak Keniji dan Metalica. Tapi ya itu, akibatnya tiap bulan gue dikutuk jadi mahasiswa sama Mamah karena bikin tagihan listrik nambah bengkak.

Akhirnya setelah gue dinasehati oleh pak ustad, gue mulai cari cara supaya komputer gue bisa mati secara otomatis saat gue tidur.

Sebenernya, alasan gue cari aplikasi tersebut bukan cuma itu. Karena Adek2 gue juga suka main PS di leptop gue. Dan tau lah kalau anak kecil main PS pasti lupa waktu. Makanya, gue cari aplikasi Shut down scheduler untuk menyiasati supaya adek gue enggak kelamaan loncat2 di dalam kamar, lempar2 shuriken, atau nyobain jurus kuchiyose.

Setelah browsing2, ketemu aplikasinya di Internet. Harus instal dan seting ini – itu. Masalah teratasi. Tapi suatu hari, gue mendapat ilham, bahwa ternyata gue bisa bikin aplikasi itu SENDIRI! Dan gue tersadar, betapa begonya gue menghabiskan bandwith beberapa MB hanya untuk mendownload aplikasi super sederhana itu. Padahal bandwith segitu kan bisa buat buka facebook 15x refresh. Akhirnya gue buang aplikasi itu dan end of story, gue bikin sendiri shut down otomatis di leptop gue.



Langkah pertama.

~ Buka menu RUN. Klik START ketik RUN lalu enter. Atau tekan tombol WINDOWS + R. Muncul tampilan ini:

Run Windows




Langkah kedua.

~ Ketik CMD lalu enter. Muncul jendela baru:



Oh iya, itu tulisannya berwarna hijau karena gue suka tampilannya kaya itu. Jadi kalau punya kamu berwarna putih, enggak masalah.



Langkah ketiga.

~ ketik: shutdown /s /t 3600 → enter.





Gue jelasin.

shutdown, adalah perintah untuk mematikan komputer. Tapi perintah ini membutuhkan parameter lain, yaitu:

/s yang artinya, SHUT DOWN. Atau kamu bisa mengganti /s dengan

/r yang artinya RESTART

/h yang artinya HIBERNASI

/l yang artinya LOG OFF

Atau yang lainnya.



Sedangkan /t itu artinya TIME. Dan 3600 adalah detiknya. Jadi maksud dari:

shutdown /s /t 3600

Adalah, komputer kamu akan mati secara otomatis setelah 3600 detik / 1 jam. Mudah kan?

Apa ada batas maksimal waktunya?

Ada. Batas minimum untuk shutdown adalah 0 detik. Dan maksimumnya adalah 315360000 detik atau 10 tahun.



That’s it! Enggak perlu download, enggak perlu instal apa-apa. Sesederhana itu. Dan mungkin akan bermanfaat dalam beberapa hal, seperti misalnya kamu yang nekat mau tiduran sambil dengerin musik. :D



Mau jahilin temen juga bisa, kok. Hhe ... he ...

Kamu bisa menyelipkan pesan jahil saat komputer hendak mati secara otomatis, dengan menambahkan parameter /c atau COMMENT.



shutdown /s /t 3600 /c “Tulis komen kamu di sini” → enter.



Nanti akan muncul tampilan seperti ini (berisi pesan kamu) di depan layar temanmu:





Tapi gue enggak merekomendasikan, ya? Maksud gue menulis ini supaya kamu enggak dijahili teman kamu sendiri. :p (klise)



Silakan dipraktekkan. Kalau ada pertanyaan, tulis di kolom komentar.



Oh iya! Kalau kamu mau membatalkan perintah shutdown otomatis, kamu bisa membuka lagi menu CMD dan menuliskan:

Shutdown /a → enter.



/a itu artinya ABORT, atau BATALKAN.



(ini penawar racunnya) :D



Dan kalau kamu penasaran sama perintah apa saja yang bisa dimasukkan dalam command shutdown, silakan ketik:

shutdown → enter.



Kamu akan mendapat list command yang bisa kamu masukkan.



Selamat bereksperimen, dan salam hangat dari saya.



=Cholis Vindra R.=


Senin, 12 Mei 2014

Lost

Standard
Picture Credit: pesare
Bagiku, kehidupan yang berputar seperti roda ini tidak pernah bisa dicerna dengan mudah oleh akal dan rasa.
Meski simfoni waktu yang berjalan mengikatku dengan angan dan perjuangan, namun kepastian akan hal itu tetap terkunci rapat dalam rahimnya.
Aku telah letih memelas kepada waktu untuk membongkar kembali makam masalaluku, yang mana bersamanya terkubur seluruh harta karun dan mimpiku.
Kini jalan yang kulalui terasa kian pelik.
Seakan burung-burung jua melantunkan lagu melankolis yang menghujam jeruji tangkai mawar dalam dada.
Aku terdiam,
Terdiam cukup lama untuk menyelami lagu-lagu mereka.
Duduk di bawah kanopi sambil sesekali terkena embusan angin kering dari dalam pekatnya hutan.
Satu, Dua ...
Sampai akhirnya aku tersadar, bahwa aku telah kehilangan sesuatu yang besar.

Jumat, 02 Mei 2014

From Zero to Hero

Standard
Sebenernya ini merupakan tulisan lama, yang diposting di blog lama. Tapi karena blog lama itu sudah enggak aktif, ya ... daripada mubadzir, mendingan saya repost di sini. :D Tapi OK, kok. Insya Allah bermanaat.
Cekidot ...
Image Source
“Pahlawan bukanlah orang suci dari langit yang diturunkan ke bumi untuk menyelesaikan persoalan manusia dengan mu’jizat, secepat kilat untuk kemudian kembali lagi ke langit. Pahlawan adalah orang biasa yang melakukan pekerjaan-pekerjaan besar, dalam sunyi yang panjang sampai waktu mereka habis.”

Jangan pernah menyangka bahwa seorang pahlawan selalu meraih prestasi-prestasinya dengan mulus, atau bahkan tidak pernah mengenal kegagalan. Kesulitan-kesulitan adalah rintangan yang diciptakan oleh sejarah dalam perjalanan menuju kepahlawanan. Karena itu peluang kegagalan sama besarnya dengan peluang keberhasilan. “Kalau bukan karena kesulitan, maka semua orang akan jadi pahlawan.” Kata seorang penyair Arab, Al Mutanabbi.

Bagaimana seorang pahlawan dapat melampaui kegagalan-kegagalannya dan merebut takdirnya sebagai Pahlawan…

Rahasia yang pertama, adalah mimpi yang tak pernah selesai. Kegagalan tidak boleh menyentuh sedikitpun wilayah mimpinya. Mimpi tidak boleh selesai karena kegagalan. Atau jangan pernah berandai bahwa mimpi akan terjamah oleh kegagalan. “Dan tekad seperti ini akan merubah rintangan dan kesulitan menjadi sarana mencapai tujuan.” Kata Said Bin Musayyib.

Rahasia yang kedua, adalah semangat pembelajaran yang konstan. Seorang pahlawan tidak pernah memandang dirinya sebagai superman atau malaikat. Ia tetaplah manusia biasa. Dan kegagalan merupakan bagian dari tabiat kehidupan manusia, maka ia “memaafkan” dirinya untuk kegagalan itu. Namun dia tidak berhenti sampai disitu, kegagalan adalah obyek pengalaman yang harus dipelajari, untuk kemudian diramu menjadi pintu kemenangan.

Rahasia ketiga, adalah kepercayaan pada waktu.Setiap peristiwa ada waktunya, maka setiap kemenangan ada jadwalnya. Ada banyak rahasia yang tersimpan dalam rahim waktu, dan biasanya tidak tercatat dalam kesadaran kita. Akan tetapi, para pahlawan biasanya mempunyai cara yang lain untuk mengenalinya atau minimal merabanya. Yaitu dengan Firasat (intuisi). Firasat bagi mereka adalah faktor intuitif yang menyempurnakan faktor rasional. Begitulah ahirnya takdir kepahlawanan terjembatani dengan firasat untuk sampai ke kenyataan.

Jadi, jika kita mau belajar berimajinasi (menjadi penghayal ulung), barangkali kita telah memiliki sebagian dari potensi ledakan kepahlawanan. Berikut kisah-kisah kepahlawanan yang mungkin akan memberikan inspirasi kepada kita semua, bahwa kita pun bisa menjadi pahlawan.

Kita pasti sudah sangat mengenal Hirotada Ototake, motivatorhebat yang ternyata terlahir dalam keadaan cacat, tanpa kedua tangan dan kedua kaki. Kita bisa menghayati perjalanan hidupnya dalam sebuah karyanya “No one’s Perfect”.

Kita mungkin juga pernah mengamati perjalanan hidup yang tragis dan memilukan seorang wanita kulit hitam yang tinggal di wilayah kumuh di negeri yang melecehkan kaum negro, dibesarkan oleh keluarga yang broken home, dan masa mudanya diwarnai dengan sexual harassment, drugs, dan narkotika. Ya, dialah Oprah Winfrey. Ternyata, setelah itu ia mampu melesat begitu cepat bak meteor sebagai orang yang paling berpengaruh di negeri Paman Sam. Dunia pun menobatkannya sebagai The Queen of Presenter in The World.

Kisah seorang atlet renang muda, yang namanya terukir dalam tinta emas Guinness Book Of Record. Ketika berusia 15 tahun, sang atlet menyatakan kepada pelatih dan teman satu timnya bahwa tujuh tahun yang akan datang ia akan berangkat ke olimpiade, mewakili bangsanya dan memenangkan tujuh medali emas. Selanjutnya hari-harinya disibukkan oleh latihan yang ketat tanpa henti dan tentu saja membosankan. Namun, ia tetap tekun menjalaninya hingga tujuh tahun. Tahukah anda apa yang terjadi setelah itu? Ya, dia berhasil memenuhi ambisinya memenangkan tujuh medali emas olimpiade mewakili kontingen Amerika Serikat. Dialah Michel Spitz.

Cerita lain mengenai seorang anak laki-laki bernama Pat Mesiti. Pat adalah anak dari sepasang pecandu berat alcohol. Saat masih kecil, ayahnya yang pemabuk sering memukul Pat, karena dianggap Pat telah mencuri uangnya. Pat sering dikurung selama sehari penuh dan tidak diberi makan dan minum sama sekali. Pat tumbuh dengan harga diri yang rendah dan prestasi sekolah yang berantakan. Ia harus sering pindah dari sekolah satu ke sekolah lainnya. Di setiap sekolah barunya ia selalu diberi label anak berandalan, anak bermasalah, anak pecandu alcohol, anak bodoh, anak bandel, dan lainnya. Suatu saat ia pindah sekolah lagi. Tidak ada satu pun guru dan kepala sekolah yang percaya kepada Pat, kecuali guru olahraganya. Waktu itu Pat telah berusia 15 tahun. Guru olahraganya berkata “ Nak, kamu adalah manusia yang berharga. Kamu dapat mencapai apapun yang kamu inginkan dalam hidupmu. Kamu bisa menjadi apa saja yang kamu inginkan asalkan kamu percaya pada kemampuan dirimu. Saya percaya pada dirimu. Kamu pasti bisa!” Dengan berbekal rasa cinta dan percaya diri dari satu orang guru itu saja, Pat lalu mengembangkan dirinya. Ia mulai mengejar impian semasa kecilnya dulu. Ia ingin menjadi juara tinju di sekolahnya. Singkat cerita, dibawah bimbingan dan asuhan guru ini, Pat akhirnya berhasil menjadi juara. Dari sini Pat mulai mengejar impian yang lebih besar lagi. Dia bangun kembali konsep dirinya. Dia tetapkan tujuan hidupnya. Walaupun tidak mudah namun berkat ketekunan, keteguhan hati, keuletan, dan semangat yang tinggi, Pat kini menjadi Public Speaker paling top di Australia. Pat telah menulis beberapa buku laris, diantaranya adalah Attitude and Altitude. Pat Mesiti kini telah berusia 44 tahun. Sekarang ia memimpin suatu organisasi pemuda terbesar di Australia. Organisasi ini banyak membantu anak-anak muda, yang “bermasalah” anak-anak muda yang terlibat Narkoba, alcohol, pelacuran, hamil muda, dll. Organisasi ini sangat berhasil dan berkembang. Hingga saat ini mereka membuka cabang di Amerika dan Inggris. Sungguh ajaib. Cinta dan kepercayaan dari satu orang saja dapat mengubah hidup orang lain. Dan efek ini menjadi lebih dahsyat lagi karena orang yang berubah itu ternyata memberikan kontribusi yang begitu besar pada umat manusia.

Bangsa yang sedang mengalami kritis kata Rosevelt hanya membutuhkan satu hal, Motivasi. Sebuahkehidupan yang terhormat dan berwibawa yang dilandasi keadilan dan kemakmuran masih mungkin dibangun di negeri ini. Untaian zamrud khatulistiwa inimasih mungkin dirajut menjadi kalung sejarah yang indah. Tidak peduli seberapa besar krisis yang menimpa kita saat ini. Tidak peduli seberapa banyak kekuatan asing yang menginginkan kehancuran bagsa ini. Masih mungkin dengan satu kata : “Para Pahlawan”. Tapi jangan menanti kedatangannya atau untuk menggodanya datang kesini. Sekali lagi, jangan pernah menunggu kedatangannya, seperti orang-orang lugu yang tertindas itu; mereka menunggu datangnya Ratu Adil yang tidak akan pernah datang.

Mereka tidak akan pernah datang. Meraka bahkan sudah ada disini. Mereka adalah Aku, Kamu, dan Kita semua. Mereka bukan orang lain. Mereka hanya belum memulai. Mereka hanya perlu berjanji untuk merebut takdir kepahlawanan mereka dan dunia akan menyaksikan gugusan pulau-pulau ini menjelma menjadi untaian kalung Zamrud kembali yang menghiasi leher sejarah. Semoga..!!