Selasa, 08 Mei 2012

Menjadi Sehat dan Awet Muda

Standard
Selamat pagi Cendolers tercinta ... apa khabar? Semoga kalian selalu sehat dan awet muda. Eh, kok awet muda? Aku kan unyu .... Ssst! yang unyu jangan protes dulu ya. Iya kalian memang masih unyu, tapi pernah nggak sih kalian tanya kenapa Om Papah Donatus, Ayah Papih Mayoko, Mama Dela dan Mimi Nimas masih kelihatan awet muda, ganteng dan cantik juga sehat. Mau tahu jawabannya? Ayooo pada ngantri di klinik.
Picture Credit: SaldaeanFarmgir

Eehm, jadi begini ya Cendolers, untuk sehat dan tetap awet muda, ada tips dan tricknya. Ayo siapin kertas dan pena buat nyatet. Ini dia tips dan tricknya.

Berpikir positif
Pikiran memang merupakan bagian yang sangat mempengaruhi kondisi tubuh kita. Stress dapat menimbulkan penyakit. Demikian pula pada wajah, terlalu banyak pikiran dapat membuat wajah terlihat lebih tua. Maka, berpikirlah positif dan selalu menerima apapun masalah yang sedang kita hadapi sebagai sesuatu yang baik. Bentuklah mindset kita menjadi sebuah medan magnet positif yang dapat mengeliminir semua keburukan dan menyedot semua aura kebaikan yang akan terpancar di wajah. Selain itu, jadilah pribadi yang baik, yang tidak cuma bisa melihat segala sesuatu dari sisi buruknya saja. Jangan iri, dengki, dan suka menghasut. Karena berbuat dan bersikap baik akan memancarkan aura baik dari diri kita dan terpantul lewat wajah.

Pilih produk kosmetik yang sesuai
Salah memilih produk kecantikan, dapat berpengaruh buruk pada wajah. Maka, kenalilah jenis kulitmu dan gunakan produk yang sesuai. Jangan terpengaruh harga atau merk tertentu, tetapi gunakan yang benar-benar sesuai dengan kulit Anda. Jangan juga terpengaruh iklan. Kalau memang dasarnya kulitmu cokelat, sawo matang dan hitam manis, jangan memaksakan diri jadi berkulit putih. Kalau bintang iklan bisa berubah jadi putih seketika, ya iyalah, kan memang dasarnya si bintang iklan itu putih.

Gunakan tabir surya
Sinar UV pada matahari dapat menyebabkan flek dan kerutan pada wajah. Lindungi wajah dengan menggunakan tabir surya bila keluar rumah. Sehingga wajah akan tetap terlihat bersih. Cara penggunaan yang tepat jika menggunakan beberapa kosmetik sekaligus, gunakan pelembab dulu, alas bedak baru krim yang mengandung tabir surya dan bedak. Jangan terbalik urutannya karena akan menyebabkan tabir surya menjadi sia-sia dan tidak bisa melindungi wajah. Gunakan tabir surya yang spf nya paling banyak karena akan melindungi wajah lebih lama.

Perbanyak konsumsi buah dan sayur
Kandungan vitamin dan mineral yang terdapat dalam buah dan sayur merupakan hal yang sangat berguna bagi kesegaran wajah. Banyak mengkonsumsi sayur dan buah akan memberikan kesegaran dan nutrisi yang akan memberi efek positif bagi kesehatan wajah. Kulit juga tidak kusam. Biasanya mereka yang tidak suka mengkonsumsi sayur, kulitnya kusam dan tidak segar, sekalipun ditutupi kosmetik dan nampak cantik, tatap saja hanya sekedar cantik yang tidak sehat.

Cukup tidur setiap hari
Tidur yang cukup membantu tubuh untuk memperbaiki sel-sel yang rusak. Maka, usahakan agar tidur minimal 8 jam sehari (bagi anak-anak dan remaja) dan 6 jam sehari (bagi usia di atas 25 tahun) agar kebutuhan ini tercukupi. Kurang tidur menyebabkan tidak terbentuk hormon melatonin dalam tubuh yang berfungsi memperbaiki sel-sel tubuh selama tidur. JAngan jadikan alasan menulis dan cari ide untuk begadang. Jadilah penulis yang sehat dan awet muda.

Olahraga secara teratur
Walaupun terkadang sulit untuk menyediakan waktu untuk berolahraga karena merasa lelah setelah melakukan
aktivitas seharian, tapi usahakan agar meluangkan waktu untuk berolahraga minimal 2 kali seminggu, agar kesehatan tetap terjaga. Saya suka renang untuk menjaga kesehatan. Kalau malas, ajaklah teman, sahabat, keluarga atau kekasih tercinta untuk menemanimu berolahraga, pasti efeknya akan lebih dahsyat dengan kebersamaan yang terjalin.

Make Up secara tepat
Gunakan make up secara tepat, jangan berlebihan. Jangan termakan bujukan iklan. Jangan lupa juga untuk membersihkan wajah setiap kali menggunakan make up. Selalu lakukan tahap pembersihan dengan menggunakan susu pembersih dan face toner/penyegar. Jangan gunakan pembersih wajah 2 in 1 atau 3 in 1 karena biasanya mengandung kadar alkohol yang keras.

Tips dan trick ini tidak hanya berlaku bagi kalian Cendolwati loooh, bisa diaplikasikan juga buat para Cendolwan. Jangan lupa Om Papah Donat dan si Tomboy Nayotama sudah mempraktekkannya, makanya awet muda. Nggak percaya, tanya aja sama mereka.

Sudah pada nggak sabar mau tanya ya? Jangan lupa paswordnya, TANYA, SALAM SEHAT DAN SUKSTRES.

Koordinator Klinik Cendol yang awet muda

Bunder Titie Surya dan Bunda Fitri Elfad

Sumber:
Diskusi Fiksi.Menulis Fiksi.Membaca Fiksi (Universal Nikko+mayokOaikO)

Munasabah Cinta

Standard
Oleh: Aa_Kaslan

Picture Credit: Laila-Jihad
Nabil masih bingung apa yang harus ia lakukan, sudah tiga kali ia menuliskan nomer Syarif di HP-nya. Namun, perasaannya yang tak juga ia mengerti itu selalu membuatnya ciut untuk menelfonnya walau hanya sekedar menanyakan kabar untuk basa-basi atas rasa rindunya. Rindu? Oh, Tuhan. Apa ia Nabil merindukan sosok pemuda jangkung pemilik senyum ogah itu? Apa ia Nabil merindukan Syarif, mahasiswa fakultas tarbiyah itu?
Sungguh seperti yang pernah Layla Majnun lakukan – cinta itu datang atas perasaan yang suci dan memenjarakan hati.
Oh, Tuhan... cinta!
“Tidak! Ini bukan cinta” berang hatinya. HP-nya dimainkan dalam genggamannya. Bingung. Sungguh untuk malam ini Nabil menjadi wanita tegar yang tiba-tiba saja menjadi wanita labil. Ia tidak lagi bisa membuat hatinya tentram seperti dulu, saat matanya belum pernah melihat sosok Syarif.
Diambilnya sebuah novel islami yang kemaren dibelinya saat ikut Farah, adiknya ke toko buku. Novel dengan cover seorang wanita berkerudung putih yang nampak sedang menatap langit sore itu tiba-tiba memacu andrenalinnya. Bukan karena judul bukunya ‘Sosok B­idadariku’. Tetapi, Syarifudin El-Jauhary. Nama penulis itu yang telah merobohkan panji-panji rasanya dan membordardir jantungnya untuk memompa lebih deras darahnya ke nadi-nadi yang menyusun tubuhnya.
Di tatapnya lekat-lekat novel di tangannya serta dibacanya berulang kali nama penulisnya hingga tanpa ia sangka hatinya berucap lirih, yang sungguh diluar kendalinya, “Andai bidadari di dalam ceritamu ini adalah diriku? Betapa beruntungnya aku terlahir sebagai wanita”
Setelah ia sadar hatinya berucap sedemikian, ia langsung menarik nafas panjang dan melepasnya bersama ketidak percayaannya, “sungguh itu bukan aku yang mengatakan, ya Allah...” kemudian diletakkan novel 271 halaman itu dan direbahkan tubuhnya. Ia atur nafasnya yang terasa berat dan sedikit tersengal-sengal.
***
: Bila kau datang atas nama cinta yang Tuhan berikan. Maka aku siap ditakdirkan sebagai Adam yang Allah jadikan dirimu dari tulang rusukku yang hilang. Namun, jikapun kau bukan yang Allah takdirkan, aku akan selalu membawa namamu dalam sujudku untuk merayu Tuhan.
Setelah mandi dan siap berangkat, Nabila terbelalak saat membaca beberapa kalimat di dalam novel itu, bahkan hampir saja ia salah meletakkan gelas tehnya. Tiga kali ia mengulang bacaan itu hingga ia hafal betul.
: Bila kau datang atas nama cinta yang Tuhan berikan. Maka aku siap ditakdirkan sebagai Adam yang Allah jadikan dirimu dari tulang rusukku yang hilang. Namun, jikapun kau bukan yang Allah takdirkan, aku akan selalu membawa namamu dalam sujudku untuk merayu Tuhan. 
“Subahanallah... ternyata ia lelaki yang romantis secara islami” lagi-lagi narulinya lirih berucap.
“Kak Nabil... Farah nebeng ya? Motor Farah bannya bocor, sekarang Farah ada praktekum. Boleh ya?”
Suara Farah dari ruang tamu membuyarkan lamunannya, “Iya, iya... tunggu sebentar” Nabil lekas memungut tas dan tidak lupa memasukkan novel itu ke dalam tas abu-abunya.
***

Jumat, 04 Mei 2012

Obat Bagi Para Penulis

Standard

Well, saya tidak akan ber-ba-bi-bu lagi. Langsung saja ke main topic. Tulisan saya kali ini akan membahas mengenai kegiatan menulis.
Picture Credit : Purple-Legion
Menulis. Ok. Menulis. Ehm... here we go. Menulis merupakan kegiatan yang sangat lekat dengan keseharian sebagian besar orang. Terutama bagi para penulis novel, cerpen, naskah drama atau film, sekretaris, pegawai sensus, pelajar, mahasiswa, dll. Hasil dari proses menulis itu pun bermacam-macam, tergantung dari tujuan si penulis sendiri. Namun ada satu hal yang—biasanya—sering dialami oleh banyak penulis. Yaitu typo, atau salah penulisan kata. Bisa dibilang ini juga merupakan sebuah “penyakit” bagi setiap penulis di dunia. Dan terlepas dari apa yang mereka tulis, hal ini sangat mengganggu dalam menjalankan proses yang dimaksud. Contohnya saja ketika seorang penulis novel yang berbakat mengirimkan naskahnya ke sebuah penerbit, kemudian naskah tersebut dikembalikan lagi karena terlalu banyak kesalahan eja, penulisan kata, penggunaan tanda baca, dan lain-lain. Bukankah ini sangat menyebalkan?
Namun tenang saja, karena semua penyakit ada obatnya. Termasuk juga “penyakit” yang satu ini. Kesalahan penulisan kata biasanya terjadi karena seseorang (yang tidak mahir) terlalu cepat dalam mengetik, tergesa-gesa, ragu dengan ketentuan EYD, terlalu lelah, dan banyak faktor lainnya. “Obat” yang akan saya bahas ini terbukti sangat manjur dalam menyembuhkan penyakit “typo” hingga 99,99%. Dan nama dari obat ini adalah... Language Interface Pack versi Bahasa Indonesia untuk Office Word 2007—dan tentu saja—dari Microsoft.
Language Interface Pack ini merupakan plugin tambahan untuk aplikasi Office Word yang kompatibel untuk versi 2007. Ini semacam asisten pribadi anda yang bertugas untuk memeriksa setiap ejaan kata dan kalimat, penggunaan tanda baca, dan lain sebaginya ketika anda sedang menulis. Jika Office Word anda sudah terinstall aplikasi ini, anda tidak perlu lagi repot-repot meneliti tulisan anda dari kepala hingga kaki. Karena setiap anda melakukan kesalahan penulisan, asisten anda secara otomatis akan membenarkannya, atau menggarisbawahinya dengan warna merah.
Lalu bagaimana cara agar anda bisa “mempekerjakan” asisten hebat ini? Berikut langkah-langkahnya.
Pertama. Tentu saja anda harus mengunduhnya di sini. Oh iya, ini adalah aplikasi gratis dari Microsoft dan berlaku selamanya*. Jadi jangan khawatirkan tentang apakah anda harus menggaji asisten baru anda ini setiap bulan atau tidak.
Kedua. Setelah terunduh, install aplikasi tersebut secara biasa. Jendela pertama yang akan muncul adalah pembahasan tentang lisensi dari Microsoft. Anda bisa membacanya, lalu centang bagian di bawah jika anda menyetujui persyaratan yang diajukan. Lalu klik “Lanjut” (lihat gambar).

Selasa, 01 Mei 2012

Menjaga Kesehatan "Mahkota" di Kepala

Standard

Picture Credit: Super-Chi
Klinik cendol kali ini akan membahas soal perawatan rambut dan kulit kepala. Bukankah rambut itu adalah “mahkota” yang harus tetap dijaga keindahan dan kebersihannya? Termasuk untuk cendolwati yang berjilbab sekalipun.

Seringkali kita merasa kulit kepala gatal meski sudah sering keramas. Atau bisa juga ada ketombe yang menempel hingga menimbulkan rasa tidak PD saat kita mengenakan baju warna hitam *haduh, kok ngiklan banget ya* :D Atau malah rambut sering rontok saat disisir? Kita pasti akan bertanya-tanya mengapa masalah-masalah itu bisa muncul pada rambut dan kulit kepala kita.
Padahal kita mungkin termasuk orang yang rajin keramas.

Masalah kerontokan rambut dan ketombe berakar dari kulit kepala yang tak sehat. Kenali penyebab masalah rambut dan cara tepat untuk merawat kulit kepala

Banyak faktor yang memengaruhi terjadinya ketombe dan rambut rontok berlebihan, antara lain karena faktor genetik, hormonal, makanan, gaya hidup dan aktivitas yang berlebihan.

Jika sudah memahami kondisi kulit kepala, lakukan perawatan rutin harian seperti di bawah ini :

Cuci rambut 2-3 kali seminggu
Mulailah dengan kebersihan rambut dan kulit kepala. Sebaiknya cuci rambut secara rutin 2-3 kali seminggu.

Hindari kontak langsung dengan sinar matahari
 Menghindari kontak langsung dengan sinar matahari juga bisa menjadi cara merawat kulit kepala. Jika terpaksa berhadapan dengan sinar matahari, maka usahakan menggunakan tutup kepala.

Senin, 30 April 2012

Iqro Bismi Robbik : Sulit Untuk Tak Jatuh Cinta

Standard
Bp. Ahmad Tohari [penulis Ronggeng Dukuh Paruk]
dalam acara Workshop Secoteng di Yogyakarta
Ketika melewati Malioboro kali ini, sensasi yang dirasakannya tidak seperti waktu dulu dia pernah beberapa kali menikmatinya. Ada apa, pikirnya. (belakangan dia paham karena menurut seseorang, ini mungkin karena spiritualitasnya meningkat sehingga tidak lagi mudah tergoda seperti dulu. oh ya? mungkin juga)

Meski begitu Jogja masih se-eksotis yang dia kenal dan rasai. Persinggungannya beberapa kali  dengan kota ini dalam misi jalan-jalan , budaya ataupun intelektual, masih menempatkannya sebagai salah satu kota yang sulit untuk tidak dijatuhcintai.

Seperti sama sulitnya untuk tidak jatuh cinta dengan seorang legenda yang ditemuinya hari ini. Bapak Ahmad Tohari penulis Ronggeng Dukuh Paruk. Betapa beruntungnya dia karena sempat secara personal duduk bersama, berbincang dan bapak berkenan membuka serta membaca sekilas salah satu buku perempuan itu. Serta membahasnya dengan antusiasme yang tidak dia perkirakan sebelumnya.

“ah, kamu bahkan sudah melampaui saya dalam hal ini. Belakangan ini saya baru mulai. Dan ini benar. Bahwa semua yang ada di sekitar kita ini, benda-benda ini, materi ini, yang kita lihat, sentuh, semuanya hanyalah maya. “ kata bapak sambil menyentuh benda –benda di sekitarnya. Dia, perempuan yang terkesima dengan uraian-uraian selanjutnya dari sang bapak, semakin jatuh cinta saja pada bapak yang satu ini. Dan cintanya semakin jatuh ketika bapak berkata,
“saya punya pesan khusus untuk kamu. Jaga dan terus pertahankan eksistensialisme-mu”
Jleb!

Ketika bapak berbicara di depan audience mengisi acara workshop hari itu, si perempuan kembali terkesima karena bapak kembali menotice dirinya (bahkan menyebut kotanya..ehm..) di sela –sela uraian sang bapak.
IQRO’ BISMI ROBBIK

Berikut secara lengkap uraian bapak yang ditulis kembali olehnya dengan bahasanya sendiri:
Satu tujuan saya menulis Ronggeng Dukuh Paruk (RDP) adalah melahirkan. Karena saya sudah hamil selama lima belas tahun.

Semua berawal di tahun 1964, ketika saya duduk di kelas 2 SMA. Hobi memburu burung membawa saya pada salah satu dataran agak tinggi. Yang suatu ketika, saya menyaksikan seorang perempuan tanpa busana sedang mandi di pancuran di bawah beringin.

Bayangan perempuan yang seorang ronggeng, istri simpanan seorang pejabat itu, terus menggelayut di kepala saya. Sehingga imajinasi saya liar ke mana-mana. Tahun 1965, perempuan yang saya gandrungi itu ditangkap dan ditahan. Ada gejolak luar biasa dalam diri saya karena tak mungkin seorang ronggeng bersinggungan dengan dunia politik. Bersamaan dengan itu, saya melihat secara langsung pembunuhan –pembunuhan yang dilakukan bangsa ini terhadap sesame saudara sebangsa sendiri. Rasa kemanusiaan saya bangkit, saya marah. Bullshit. Sejak itu saya kehilangan rasa hormat terhadap bangsa ini. Bangsa yang telah kehilangan rasa sopan dan kemanusiaan.

Senin, 26 Maret 2012

Uang Untuk Amir

Standard

Oleh: Kamal Agusta

Picture Credit: ValentinaAniston 
Hitam masih setia membungkus langit. Malam sudah lama membayang. Bahkan mulai beranjak untuk pergi. Seorang wanita dengan sebuah gendongan di punggung berjalan tertatih. Memapakkan kaki menuju tenda penjual makanan yang ramai di datangi pembeli. Kepalanya yang terbungkus jilbab hitam kontras dengan wajahnya yang pucat pasi. Baju yang melekat di tubuh kurusnya lusuh dan usang. Tangannya memegang bungkus plastik dan kayu yang dipaku dengan tutup-tutup botol. Aminah. Begitulah namanya.
"Permisi Bapak dan Ibu sekalian. Izinkan saya menemani waktu makan Bapak dan Ibu dengan sebuah lagu. Semoga lagu ini bisa menghibur."
Tanpa persetujuan para pengunjung, Aminah mulai melantunkan sebuah lagu.
"Cepatlah-cepat wahai sahabat jangan sampai kau terlambat. Taubatlah-taubat wahai sahabat jangan sampai kau tersesat," Aminah mulai bernyanyi.
Lagu ‘Taubatlah-taubat’ yang dipopulerkan Syahrini itu mulai mendominasi ruangan tenda yang sempit. Suara kerincing ikut mengiringinya. Sesekali terdengar suara berdentang dari piring yang beradu dengan sendok.
Bait demi bait lirik lagu terus meluncur dari bibir mungil Aminah. Suaranya syahdu dan lembut. Para pengunjung terlihat sangat menikmati. Bahkan ada beberapa orang yang menatap kagum ke arahnya.
"Jangan terbuai, jangan terlena, jangan terlupa, dan sadarilah.... "
Aminah masih bernyanyi. Ia mulai mendatangi meja-meja pengunjung. Menyodorkan sebungkus plastik. Meminta recehan. Beberapa pengunjung tersenyum memberikan recehan ketika Aminah mendatangi meja mereka. Namun, ada juga yang cuek. Jangankan memberi recehan, menoleh saja enggan. Setelah lagu telah sampai bait terakhir dan semua meja telah ia datangi, Aminah kembali ke tempatnya semula datang.
"Terimakasih atas pemberian Bapak dan Ibu. Semoga diberi balasan oleh Tuhan Yang Esa," ucap Aminah dengan senyuman. Setelah itu ia beranjak meninggalkan tenda. Mencari tenda makanan lain.
Di bawah sebuah pohon, Aminah berhenti. Ia menurunkan gendongan yang merupakan buah hatinya. Amir, bocah berumur 5 tahun. Aminah menghela napas sejenak. Mengistirahatkan punggungnya yang terasa remuk.
Bunyi kriuk menggema dari Perut Aminah. Ia meremas perutnya yang kelaparan. Sejak pagi belum ada satu butir nasi pun yang masuk ke mulutnya. Hanya air putih yang ia teguk -hasil minta kepada pemilik tenda yang ia datangi- yang masuk ke kerongkongannya untuk menganjal rasa lapar.
Aminah memeriksa kantong uangnya. Menuangkan isinya yang berupa kepingan uang lima ratus dan lembaran seribu yang kumal di atas roknya. Aminah menghitung hasil mengamennya hari ini.
"Alhamdulillah. Terimakasih atas rezeki-Mu hari ini, yah, Allah," ucap Aminah penuh syukur. Ia selalu berterimakasih kepada Allah meski pendapatannya hari ini cuma Rp 12.500,00.
Amir menggeliat lalu perlahan matanya mengerjap. Ia menguap sekejap dan menoleh ke arah ibunya, Aminah.
"Ibu... lapar," rengek Amir dengan suara mungilnya. Airmata jatuh membasahi pipi mulusnya menahan lapar.
Aminah tertegun melihat buah hatinya menangis. Kristal beningnya ikut retak. Butir airmata mencuat di pelupuk matanya. Hatinya terasa perih melihat penderitaan yang sudah dialami anaknya.
"Sayang, kita akan cari makanan sekarang. Jangan menangis, yah." bujuk Aminah.
Amir mengangguk sambil sesegukan. Telapak tangan kecilnya mengusap airmata. Aminah kembali menggendong Amir. Dengan langkah yang mulai lemah, Aminah membawa buah hatinya ke tenda makan terdekat.

Tentang Puisi dan Puitis

Standard
Picture Credit: zebr

oleh: Farick Ziat 

Apa bedanya puisi dan puitis?
Pertanyaan ini sering terlontar dan kerap dengan nada menggugat. Terutama oleh seseorang penulis yang mencoba menulis puisi, namun saat memamerkan karyanya dikomentari dengan singkat saja: Ini bukan puisi, tapi hanya sekumpulan kata-kata puitis. Dan inilah puisi yang ditulisnya…  

GELORA RINDU

wahai sang rembulan 
aku rindu belaian 
cintaku yang tersimpan 
pada sang pujaan  

andai saja ia tahu 
betapa hati ini merindu 
menggelora di dalam kalbu 
yang telah lama membeku  

Mengapa hanya dinilai puitis dan tak diakui sebagai puisi? Secara bentuk ini sudah mutlak benar sebagai puisi. Lihat, betapa bagus bentuknya. Tiap bait terdiri dari empat larik. Bait pertama rapi menggunakan akhiran “an” dan baik kedua “u”.  

Masalahnya, puisi tak hanya dinilai dari bentuk yang bisa saja terdiri dari tiga atau empat larik dan 
persamaan bunyi pada akhiran. Tapi, banyak unsur lain yang menjadi penilaian. Ada unsur IMAJI yang membuat larut seusai membacanya dan menjadi pintu gerbang untuk memasuki ruang pencarian makna yang tersirat dalam lariknya . Ada DIKSI yang harus terasa personal dan menghindari kesan klise, juga cerdas dalam menggunakan metafora. Ada MAJAS ( gaya bahasa ungkap) yang merangsang pembaca untuk merenung. Ada PESAN yang tersurat sekaligus tersirat . Ada RIMA / NADA yang indah saat dibaca.  

Maka, wajarlah jika GELORA RINDU itu hanya mendapat label puitis. Dia tak merangsang pembacanya untuk berimajinasi. Diksinya “pasaran”. Majasnya seperti anak sekolah yang mendapat tugas dari guru bahasa.  

Jadi, apa bedanya puisi dan puitis?